
Harianbengkuluekspress.id – Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) menggelar Workshop Penguatan Kualitas Pembelajaran Kompetensi Teknologi Pasca Panen Ternak Unggas, dengan fokus pada teknologi pengolahan telur asin. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 25–26 November 2025, dan diikuti sebanyak 61 peserta, termasuk mahasiswa.
Direktur AKREL, Kiky Nurfitri Sari, SP MSi, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan rangkaian dari program Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi Tahun 2025.
“Ini tahapan kedua setelah sebelumnya kita melaksanakan FGD dan menghadirkan narasumber sesuai bidang masing-masing. Kini masuk pada workshop teknologi pasca panen, khususnya ternak unggas dengan fokus pada pembuatan telur asin,” sampai Kiky.
Menurut Kiky, AKREL menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, mulai dari IPB, mitra usaha yang telah memproduksi telur asin, serta pakar sesuai kebutuhan kompetensi. Hari kedua kegiatan akan diisi dengan praktik langsung pengujian alat-alat yang telah dihadirkan melalui program revitalisasi tersebut.
“Selain menambah wawasan dari narasumber, peserta juga akan praktik langsung. Harapan kami SDM semakin berkualitas dan ilmunya dapat ditransfer kepada mahasiswa. Setelah lulus, mereka sudah menguasai teknologi pasca panen sebagai modal berinovasi dan memperkuat sinergi AKREL dengan mitra,” papar Kiky.
Sementara itu, ketua Panitia, Nining Suningsih, SPt MSi, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan lanjutan dari FGD sebelumnya. Permasalahan yang ditemukan dalam FGD ditindaklanjuti melalui workshop dengan menghadirkan narasumber yang kompeten.
“Kegiatan ini adalah bagian dari program revitalisasi perguruan tinggi vokasi 2025. Tujuannya lebih kepada bagaimana perguruan tinggi memiliki produk yang dapat diberikan kepada masyarakat dan mitra. Dengan demikian, perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata dan harapan positif bagi masyarakat,” jelas Nining.
Workshop kali ini menghadirkan enam narasumber dari berbagai lembaga, yaitu IPB, Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, Kemenkumham, praktisi telur asin, serta Disperindag dan PTSP. Seluruh narasumber dipilih karena relevan dengan kebutuhan teknologi pasca panen dan penguatan kompetensi di AKREL.
“Melalui kegiatan ini, AKREL menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi sekaligus memperkuat inovasi dan jejaring kemitraan dengan berbagai sektor,” tegas Nining
