
Realnewsbengkulu.com || Rejang Lebong — Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) kembali menegaskan perannya sebagai kampus vokasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat melalui Gelar Inovasi AKREL Tahun 2025. Kegiatan tahunan ini resmi dibuka di Kampus AKREL, Kelurahan Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, Rabu (17/12/25), dan diikuti puluhan inovator dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur AKREL, Kiky Nurfitri Sari, S.P., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gelar Inovasi menjadi etalase penting untuk menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi di lingkungan kampus vokasi terus tumbuh dan berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperlihatkan bahwa ide-ide kreatif mahasiswa dan sivitas akademika tidak berhenti pada konsep, tetapi diwujudkan dalam produk dan solusi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Mengusung tema “Akselerasi Ide ke Dampak Nyata”, Kiky menegaskan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab menghasilkan inovasi yang aplikatif. Beragam hasil riset, teknologi tepat guna, produk makanan, hingga produk nonmakanan ditampilkan sebagai bentuk kontribusi nyata AKREL bagi pembangunan daerah.
Ia menambahkan, inovasi yang dikembangkan di AKREL diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ekonomi lokal, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gelar Inovasi AKREL 2025, Muhammad Subhan Hamka, S.Pi., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana strategis untuk membangkitkan kreativitas mahasiswa dan mempererat kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.
“Tahun ini kami mempertandingkan empat kategori inovasi, yakni Inovasi Teknologi dengan 13 peserta, Inovasi Produk Makanan 15 peserta, Inovasi Produk Non Makanan 17 peserta, serta Inovasi Usaha Perikanan sebanyak 6 peserta,” jelasnya.
Ia menyebutkan, peserta Gelar Inovasi AKREL 2025 berasal dari lima provinsi, yakni Jawa Timur, Banten, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. Dari 51 pendaftar awal, sebanyak 48 inovasi dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahap penilaian dewan juri.
Menurut Subhan, penambahan kategori produk makanan dan nonmakanan merupakan bentuk komitmen AKREL dalam mendorong diversifikasi inovasi. Sementara kategori inovasi usaha perikanan dihadirkan sebagai apresiasi kepada pelaku usaha perikanan di Provinsi Bengkulu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian lokal.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan indeks inovasi daerah, serta mengakselerasi ide-ide unggulan menjadi dampak ekonomi dan sosial yang nyata,” pungkasnya.

Gelar Inovasi AKREL 2025 secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdakab Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, SSTP., M.Si, yang mewakili Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari, SE., M.AP. Dalam sambutan yang dibacakannya, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan apresiasi atas konsistensi AKREL dalam mendorong budaya inovasi di daerah.
“Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan daya saing berbasis potensi unggulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, serta sumber daya manusia. Dengan dukungan inovasi, potensi tersebut diyakini mampu menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Gelar Inovasi ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan inovatif yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata, baik bagi pelayanan publik maupun pengembangan potensi daerah,” tutupnya.
