AKREL HADIRI LOKAKARYA AMI UNTUK PENGEMBANGAN MUTU INSTITUSI

AKREL (16/05/2022), Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia melaksanakan lokakarya Audit Mutu Internal (AMI) dengan mengundang seluruh Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang ada di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mensosialisasikan terkait pelaksanaan AMI di Perguruan Tinggi Vokasi guna meningkatkan mutu Perguruan Tinggi. Dalam pelaksanaannya, lokakarya AMI dihadiri oleh lima Akademi Komunitas Negeri (AKN) yaitu mulai dari AKN Aceh Barat, AKN Rejang Lebong, AKN Pacitan, AKN Putra Sang Fajar, AKN Seni Budaya Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Yogyakarta sesuai dengan jadwal yang telah diinformasikan sebelumnya. 

Pada kegiatan tersebut, masing-masing AKN mendapatkan materi mulai dari persamaan presepsi terkait AMI, perencanaan dalam AMI, pelaksanaan AMI, Evaluasi AMI, hingga pengenalan kode etik dalam pelaksanaan AMI. Masing-masing materi tersebut disampaikan oleh para narasumber yang memang ahli dibidangnya yang telah diberi kepercayaan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi. 

Seperti yang telah disampaikan oleh salah satu narasumber pada kegiatan tersebut, yaitu Emma Herawati Muhri dalam materi perencanaan AMI di Perguruan Tinggi Vokasi, sangat dibutuhkan persamaan presepsi terlebih dahulu terkait SPMI dan AMI. Beliau juga mengatakan bahwa “AMI merupakan bentuk dari kesesuaian capaian SPMI yang telah ditetapkan Perguruan Tinggi” pungkasnya. Selain itu, dalam penetapkan SPMI juga disampaikan bahwa harus memiliki pelampauan yang mengacu pada SNDIKTI. Pada kesempatan tersebut, Direktur AKN Rejang Lebong Ir. Abdul Azis, M.P. sempat bertanya kepada narasumber terkait ketentuan dalam menjadi auditor. Pertanyaan tersebut disambut langsung oleh narasumber yang hadir yaitu Nandi Widarman Syah “ada beberapa syarat menjadi auditor, salah satu yaitu berasal pada unit penjaminan mutu, memiliki kompentensi yang diakui, masih dalam satu rumpun, dan lainnya” tuturnya. 

Setelah penyampaian materi yang dilakukan oleh narasumber, para peserta diberikan waktu untuk mempraktekan secara langsung bagaimana proses pelaksanaan AMI. Praktek yang dilakukan merupakan bentuk pelatihan secara langsung kepada peserta yang berasal dari lima AKN yang didampingi oleh para narasumber. Masing-masing AKN yang hadir diaudit secara langsung yang selanjutnya hasilnya dipresentasikan. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing AKN yang hadir mendapatkan catatan kritik dan saran dari para narasumber. Catatan tersebut akan menjadi proses pembelajaran bagi para AKN yang hadir Ketika AMI dilaksanakan nantinya. Dengan begitu diharapkan AKN sudah dapat menerapkan audit secara langsung kedepannya. Sehingga masing-masing AKN akan dapat meningkatkan capaian pengembangan mutu pada masing-masing Perguruan Tinggi. 

Penulis : Kiky Nurfitri Sari

Leave Comment

Your email address will not be published.