Studi Lapangan, Mahasiswa AKREL Kunjungi Pengusaha Budidaya Ikan Konsumsi dan Ikan Hias di Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan

AKREL (18/10/2021), Sebanyak 39 orang mahasiswa Budidaya Perikanan Akademi Komunitas Rejang Lebong (AKREL) mengikuti kegiatan bertajuk Studi Lapangan Mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan Air Tawar Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong pada.

Studi lapangan atau metode widyawisata merupakan salah satu bentuk perkuliahan di luar kampus, yang akan menjadi bekal bagi para mahasiswa di dunia kerja nantinya. Sebagai mahasiswa jurusan Budidaya Perikanan Air Tawar, maka sangat penting untuk mempelajari tata cara pemeliharaan ikan, mulai dari pembenihan, pendederan, pembesaran, pengelolaan pakan serta pengendalian hama dan penyakit ikan.

Pelaksanaan Studi Lapangan kali ini mengambil materi tentang budidaya perikanan yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan sumberdaya lingkungan yang ada. Berdasarkan itu, dipilihlah lokasi Bapak Ponimin, seorang pengusaha dan distributor pakan ikan di Kelurahan Mangun Harjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas Provinsi Sumatera Selatan. Bapak Ponimin ialah seorang pengusaha yang fokus di bidang budidaya perikanan khususnya pembesaran ikan nila, ikan lele dan ikan mas baik budidaya air deras maupun air tenang. 

Selain Bapak Ponimin, kunjungan berikutnya yakni ke Bapak Yanto, yang merupakan pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha ikan hias khususnya budidaya ikan koi dan ikan koki, di belakang pasar B Merasi Kabupaten Musirawas Provinsi Sumatera Selatan. Dua kunjungan ini selaras dengan visi misi program studi BAT AKREL, yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui peningkatan pengetahuan dan teknologi terapan dalam bidang budidaya perikanan air tawar.

Neti Sumarni, S.Pi. selaku Pelaksana Tugas (Plt) Koordinator Prodi Budidaya Perikanan Air Tawar menjelaskan, lewat kunjungan ini mahasiswa diharapkan  mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kreativitas mahasiswa. 

“Selain itu, juga diharap ada peningkatan kepedulian menjaga lingkungan, terjalinnya komunikasi dan kerjasama yang baik antar mahasiswa, institusi dan stake holder serta memperoleh gambaran tentang dunia kerja Budidaya Perikanan dan dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi wirausaha di bidang budidaya perikanan,” jelas Neti Sumarni. 

Neti Sumarni menambahkan, hal tersebut juga bisa memicu meningkatnya perekonomian daerah, berbasis usaha lokal dan bahan-bahan atau produk yang dikelola bisa menjadi komoditas andalan daerah di tahun-tahun berikutnya.

Di kegiatan itu juga, mahasiswa mendapatkan tips, masukan, serta motivasi dari Bapak Ponimin, maupun Bapak Yanto untuk berbisnis dan berwirausaha. Sebagaimana yang dilakukan dua narasumber, mahasiswa setelah lulus diharapkan bisa menjadi wirausahawan, yang akan membuka lapangan pekerjaan pula bagi orang-orang yang membutuhkan, Perikanan air tawar juga bisa didorong menjadi sektor andalan Rejang Lebong, mengingat daerah ini juga sangat potensial untuk sektor usaha tersebut.

Penulis : Diah Irawati

Leave Comment

Your email address will not be published.