PANEN LELE ALBINO  PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR 

AKREL (08/10/2021). Panen ikan lele albino yang dilakukan  PS BAT ini  merupakan hasil pembesaran ikan lele albino yang dilakukan pada bak kolam terpal dengan lama pemeliharaaan selama 3 bulan yang mana selalu dilakukan pengontrolan dan pemberian pakan oleh mahasiswa PS BAT sesuai dengan jadwal piket yang telah ditentukan. Budidaya ikan lele albino ini merupakan salah satu kegiatan praktikum pada mata kuliah Budidaya Catfish.

Pemilihan pembesaran lele albino ini dilatar belakangi oleh beberapa kelebihan yang dimiliki oleh lele albino terset diantaranya adalah tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian namun juga dapat digunakan sebagai salah satu jenis ikan hias. Ikan lele albino mulai banyak menjadi salah satu varian ikan hias setelah cukup populer dicari oleh para kolektor ikan hias belakangan ini. Bentuk ikan lele albino hampir sama dengan ikan lele yang kita kenal selama ini namun memiliki warna yang tidak biasa dan berbeda secara menyuluruh yakni warnanya yang putih dibandingkan warna lele pada umumnya yang hitam. Dengan warnanya yang menarik, ikan tersebut dapat membantu mempercantik akuarium maupun kolam ikan. Ikan lele albino juga memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam proses budidayanya sehingga tidak mudah mati dan berpeluang dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi dengan kandungan omega 3 yang lebih tinggi.

Dari hasil panen ikan lele albino ini, sebagian dijadikan calon indukan dan diolah dalam bentuk santapan siang untuk dinikmati secara bersama-sama oleh keluarga besar AKREL dalam acara makan bersama.  Acara makan bersama dibuka oleh Direktur AKREL Bpk. Ir. Abdul Aziz, M.P, dalam sambutanya mengungkapkan apresiasi kepada mahasiswa yang sudah berupaya dalam pemeliharaan pembesaran ikan lele ini.” Saya senang karena  mahasiswa sudah melakukan kegiatan pembesaran ini dengan baik, selian itu kegiatan ini dapat melatih mahasiswa mandiri dan terampil dalam membesarkan ikan. Beliau juga menyampaikan kampus dapat mendampingi mahasiswa untuk mengembangkan budidayanya dengan mengintegrasikan dengan sayuran seperti yang tengah dikembangkan oleh beberapa kelompok pembudidaya ikan saat ini”. 

Menurut Neti Sumarni, S.Pi sebagai peserta makan siang bersama memberikan testimoni bahwa “tidak ada perbedaan rasa daging antara ikan lele albino dengan ikan lele biasa (non albino), mungkin pada saat belum diolah kita agak geli melihat lele albino, akan tetapi ketika lele sudah dioleh rasanya hampir sama malah ikan lele albino teksturnya lebih garing dan lebih gurih”’ pungkasnya.  Hal senada juga diucapkan oleh Doni Yuliansyah bahwa “lele albino rasanya lebih enak, gurih dan teksturnya lebih garing dibanding dengan lele biasa”.

Penulis : Asih Sriyanti

Leave Comment

Your email address will not be published.